Road to Cilacap

menara-masjid-darussalam-cilacapOrang Cilacap pasti sudah hapal dengan menara Masjid Darussalam ini. Kupotret pas senja jelang magrib akhir April lalu.

Cilacap kota pantai yang punya jalan lebar-lebar dengan  kendaraan yang tidak terlalu banyak. Banyak yang jualan es dan buah sampai malam. Apalagi kalau di alun-alun, selalu ramai kalau tidak hujan.

Temenku ngasih info kalau mau ke Cilacap:

Continue reading

Batang aren tua

batang-aren-tuaSepanjang perjalanan, banyak sekali kita temukan aren yang sudah tua, kadang mati tapi batangnya masih berdiri kokoh.  Batang aren sepertinya punya kekuatan yang baik untuk suatu keperluan, hanya saja banyak yang belum mengetahuinya. Petani aren membiarkan saja batang aren yang mati berdiri karena butuh biaya dan tenaga untuk menebangnya.  Buat apa mengeluarkan biaya kalau batang aren tidak berguna?

Ada pula petani yang sempat menebang, lalu benar-benar membiarkannya.  Bagian tengah batang aren terlihat sangat rapuh, sangat kontras dengan kulitnya.

Masjid Paran Julu

masjid-paranjuluMasjid ini punya warna kontras dengan lingkungan sekitarnya: Biru. Terletak di desa Paran Julu, Sipirok, sebagian warga desa ini mengandalkan aren sebagai salah satu pendapatan utama keluarga mereka.  Sekitar 5 menit dari permukiman desa ada hamparan sawah subur yang tak pernah kering. Di belakangnya hamparan tersebut ada beberapa bukit yang banyak tumbuh aren secara mengelompok.

Ada paragat (petani aren) yang memerlukan waktu dari 30 menit sampai satu jam untuk menuju kebun aren mereka. Jalannya berliku, menanjak. Ketika berbalik, kita akan melihat hamparan dengan latar belakang permukiman desa Paran Julu.  Kubah biru masjid Paran Julu itu tetap terlihat menonjol.