Siapa sangka, pesaing berat Microsoft ternyata bukan Apple, tapi perusahaan iklan online: Google. Dunia memang makin benar-benar makin flat, kompetitor bisnis belum tentu agen yang se-bidang, satu niche atau siapa saja yang sama-sama ikut satu tender lelang. Buka mata, sistem operasi baru telah lahir di arena yang terus berkembang, internet.
Chrome OS siap menggeser Microsoft yang telah menguasai 90% pangsa pasar sistem operasi. Ini alasannya:
- Chrome OS lahir setelah internet berkembang, makin banyak aplikasi yang menyesuaikan diri dengan hardware dan infrastruktur berbasis internet. Bandingkan dengan Windows yang sangat gemuk, termasuk aplikasi-aplikasinya.
- Chrome OS dibuat open-sourco sehingga developer dan progamer manapun bisa memperbaikinyas setiap saat jadi lebih baik dan cepat. Selain itu, OS ini akan menjadi lebih murah, aman dan sederhana daripada Windows.
- Chrome OS pada awalnya akan menarget low-cost netbooks, bentuk komputer yang makin populer di masa mendatang. PC desktop suatu saat akan pensiun dan masuk museum.
- Chrome OS adalah browser yang dimodifikasi. Banyak orang merasa gampang menggunakan browser
- Chrome OS memungkinan file-file user-nya disimpan di server pusat, jadi jangan khawatir kalo suatu saat komputer user mengalami crash, filenya masih bisa di-revocery
Chrome OS adalah senjata paling anyar dari Google untuk menghajar Microsoft. Senjata lainnya antara lain Chrome browser (vs Internet Explorer), Android untuk smartphone –internet mobile (vs Microsoft’s Windows Mobile). Gimana hasilnya? Browser Chrome sendiri sampai saat ini digunakan teratur oleh 30 juta user di seluruh dunia.
Siap-siap ganti OS nih..
pertamax yah kayaknya
Linux kan?
______________________________________________
Tidak menolak kunjungan Anda ke blog saia yang lain di http://rizaherbal.wordpress.com/
Boleh ngasi komentar dari perspektif yang berbeda kan?
Saya komentari per point aja ya.
Point 1.
sistem operasi online seperti Chrome OS hanya cocok diaplikasikan dimana koneksi internet cukup cepat dan reliabel. Untuk Indonesia saya rasa masih jauh lah.
Point 2.
tahu linux kan? saya rasa semua juga penah denger. Linux ini open source, setiap orang bisa memodifikasi sesuai kebutuhan, namun apakah bisa bersaing dengan Windows? BTW, Chrome ini juga tidak lebih dari sebuah “distro” Linux.
Point 3.
Dekstop pensiun? penggantinya nettop/netbook? Gak mungkin dekstop bisa masuk musium, sekarang balik ke kebutuhan saja, gak mungkin kan ngerender 3D dengan netbook.
Point 4.
Dikatakan Chrome OS adalah browser. Browser pasti memerlukan inang/host operating sistem. Hostnya apa? Bisa pakai Windows. trus definisi Chrome sebagai OS itu bagaimana?
Point 5.
Kalau servernya yang crash bagaimana? Intinya sering-sering lah back up data, mau client ato server, sama-sama rentan.
Saya rasa kemunculan Chrome sebagai OS ini terlalu dilebih-lebihkan. Chrome OS ini tidak lebih dari modifikasi linux.
@ L3AK
tampaknya Google kembali melakukan gambling, dengan chrome OS ini. Beberapa kali gambling dengan aplikasi-aplikasi baru, google tidak berhasil juga, malah sebagian berhenti di versi beta –eg. google docs
Chrome OS hanya mengincar netbooks, dan pemakai netbook diperkirakan akan terus banyak karena faktor harga dan makin banyak orang menjadi pengguna internet daripada menjadi programer visual, desainer grafis dan semacamnya. Btw, PC mungkin juga bisa pensioun, sama seperti tv hitam putih, radio transistor atau recoder kaset analog
ngomong opo to iki??????????
v
aku kok ra mudeng………….
Wgkgkgkgkgkgkgk…………..
Menyapa sahabat di pagi hari,
Salam Damai di Bumi, and Have a Nice Day
Salam Hangat Sahabat,
Semoga Hal Terindah Tlah Tercipta Hari Ini
Dan Selalu Damai Di Bumi
Sapaku DiSeparuh Perjalanan Hari Ini
Peace and Green