Konsumen cerdas bikin hutan lebih lestari


Kalau konsumen luar negeri disodori dengan dua kata : Indonesia dan furniture, maka respon mereka pasti tidak akan jauh-jauh dari masalah hutan!

Itu lagu lama dan sekarang juga masih terdengar, bahwa konsumen semakin cerdas dengan apa yang mereka konsumsi dan bagaimana sumberdaya itu didapatkan. Tidak hanya kayu, bahkan konsumen barang elektronik seperti telepon selular atau pemutar mp3 sekarang diingatkan dengan konflik berdarah di Kongo. Lho, apa hubungannya?

Kongo ternyata dianugerahi dengan kekayaan alam seperti tin, tungsten dan emas. Kabarnya, mineral tersebut ditambang dan diperdagangkan dengan cara-cara yang melibatkan kekerasan bersejata dan berdarah-darah. Bahkan anak-anakpun dilibatkan sebagai tentara bayaran.

Padahal bahan-bahan tersebut adalah bagian penting  yang digunakan untuk komponen elektronik. Jadi, kalau kita membeli pemutar mp3 yang mengandung mineral yang berasal dari Kongo, maka secara tidak langsung kita melanggengkan konflik bersenjata di sana.

Hampir setali dengan Kongo, meski tidak parah-parah amat. Isu yang selalu dikaitkan adalah produk ekspor berbahan kayu adalah kejelasan sumber.  Sederhana saja, apakah wooden furniture tersebut berasal dari hutan yang dikelola dengan baik? Jika demikian, maka konsumen tidak perlu khawatir dengan isu pembalakan liar atau deforestasi.

Banyak pihak sudah melakukan upaya untuk ini, misalnya dengan membuat mekanisme sertifikasi pada hutan-hutan negara maupun yang dikelola oleh masyarakat. Ada juga yang berusaha memfasilitasi komunikasi antara produsen dengan konsumen supaya kualitas produknya lebih baik, misalnya di sisi wooden furniture designs.

Produsen yang membuat furniture kualitas ekspor, build wooden furniture, sebaiknya juga meningkatkan kepercayaan kepada para pihak. Misalnya kepada para LSM atau lembaga penelitian yang berusaha meningkatkan kualitas pengelolaan hutan dan pemasaran produknya sehingga pasokan kayu menjadi lebih terjamin.

Jadi, tak perlu risih kalau kita punya hutan yang lestari. Bisnis furniture akan makin joss!!

Reblog this post [with Zemanta]
About these ads

5 responses to “Konsumen cerdas bikin hutan lebih lestari

  1. INI BUKTINYA : PUTUSAN SESAT PERADILAN INDONESIA

    Putusan PN. Jkt. Pst No.Put.G/2000/PN.Jkt.Pst membatalkan demi hukum atas Klausula Baku yang digunakan Pelaku Usaha. Putusan ini telah dijadikan yurisprudensi. Sebaliknya, putusan PN Surakarta No.13/Pdt.G/2006/PN.Ska justru menggunakan Klausula Baku untuk menolak gugatan. Padahal di samping tidak memiliki Seritifikat Jaminan Fidusia, Pelaku Usaha/Tergugat (PT. Tunas Financindo Sarana) terindikasi melakukan suap di Polda Jateng. Ajaib. Di zaman terbuka ini masih ada saja hakim yang berlagak ‘bodoh’, lalu seenaknya
    membodohi dan menyesatkan masyarakat, sambil berlindung di bawah ‘dokumen dan rahasia negara’.
    Statemen “Hukum negara Indonesia berdiri diatas pondasi suap” (KAI) dan “Ratusan rekening liar terbanyak dimiliki oknum-oknum MA” (KPK); adalah bukti nyata moral sebagian hakim negara ini sudah terlampau sesat dan bejat. Permasalahan sekarang, kondisi seperti ini akan dibiarkan sampai kapan?? Sistem pemerintahan
    jelas tidak berdaya mengatasi sistem peradilan seperti ini. Lalu siapa yang mau perduli? Ataukah hanya revolusi solusinya??

    David
    HP. (0274)9345675

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s