Dado, anak si empu rumah tempat kami mangkal selama survey berceloteh. “Om, sandal yang dipake om itu kan sandalnya embah,” katanya ketika kuajak ke surau untuk shalat magrib.
“Lho, darimana Dado tahu? Tanyaku penasaran. Padahal ini sandal kulit kubeli di Ramayana dengan pertimbangan model yang paling mutakhir. Aq penasaran ajah, kenapa Dado yang masih kelas 2 SD bisa ngomong seperti itu. Jelas pilihanku bukan pilihan orang tua, apalagi model kakek-kakek.
“Tuh, jempolnya nempel dengan jari sebelahnya…”
Halaah. Dado…dado. Jawaban lugunya membuatku tersenyum geli. Ia ternyata pemerhati jempol, dan gak peduli dengan model sandal. Bentuk sandal hitamku memang membuat jempolku kelihatan menonjol, sekaligus menempel erat dengan jari di sebelahnya. Untung dia gak jawab kalo si Om udah keliatan tua, kayak embah-nya.~