Petani dan adopsi teknologi August 29, 2008
Posted by iip albanjary in Agriculture.Tags: adopsi teknologi, adoption, Agriculture, Batu, Bogor, Indonesia, Malang, Nanggung, technology
1 comment so far
Karakter sosial budaya masyarakat mempengaruhi adopsi teknologi pertanian. Menurut Kasmiyati (2007), faktor sosial budaya yang mempengaruhi tingkat adopsi teknologi pertanian tersebut antara lain faktor pendidikan, komunikasi, empati, orientasi masa depan dan sikap terhadap inovasi teknologi.
Penelitian Kasmiyati berlokasi di daerah Batu, Malang. Saya hanya mendapatkan softcopy abstrak tersebut dan terlihat faktor sosial budaya dijelaskan dengan parameter ‘tinggi’ dan ‘rendah’. Apakah dengan parameter seperti ini bisa mengakomodasi fenomena adopsi teknologi? Saya koq gak yakin yah. Tidak semua parameter sosial budaya bisa dijelaskan dengan ‘tinggi’ atau ‘rendah’. Mungkin kalau tingkat pendidikan bisa menjadi ukuran yang jelas. Tapi, kalau itu menyangkut kebiasaan masyarakat setempat?
Cara baru seminar (lebih) interaktif August 27, 2008
Posted by iip albanjary in Journal.Tags: : seminar, agroforestry, cellphone, ICRAF, Indonesia, IPB
add a comment
Ada cara baru supaya seminar menjadi lebih interaktif. Cara ini dipakai berdasarkan fakta yang sederhana, bahwa semua orang sudah memiliki handphone dan handphone bisa dimanfaatkan sebagai microphone. Jadi, gunakan saja handphone supaya audiens bisa berinteraksi, misalnya dengan mengirim sms komentar atau pertanyaan.
Amien Rais for President (Again) August 25, 2008
Posted by iip albanjary in Politics.Tags: 2009, advertise, Amien Rais, iklan politik, Indonesia, pemilu, Pilpres 2004, Politics, presiden
1 comment so far
Di tengah maraknya iklan politik dengan maksud personal branding, tiba-tiba dan ujug-ujug, keluar iklan serupa dengan pemain tunggal Amien Rais (AR)!
Sungguh saya ga pernah meragukan kepintaran beliau dalam ilmu politik. Pun ketika berbicara, cara beliau memilih kata lebih mencerminkan kepiawaian yang bernas. Semua orang pun tahu peran AR ketika reformasi.
Katuk August 24, 2008
Posted by iip albanjary in Photos.Tags: Agriculture, Bogor, Ciampea, Indonesia, katuk, Nanggung, vegetable, West Java
5 comments
KATUK (Sauropus androgynus) not only grow in Borneo. Farmers in Bogor of West Java, Indonesia cultivate this staple vegetable for years. I posted a picture of katuk cultivated in Ciampea last year. Last week, I found farmers plant katuk under guava tree in Nanggung, a subdistrict of Bogor.

Katuk under guava trees (photo by iip)
According to ECHO, Katuk is native to the lowland rain forest understory and prefers a hot, humid climate. Katuk can grow both in shade or full sun, and even tolerates occasional flooding and acidic soils. In ideal conditions, katuk can grow up to 1.5m per month.
Subsidi Biofuel August 22, 2008
Posted by iip albanjary in Energy.Tags: Biofuel, credit, electricity, fuel, Indonesia, jatropha, RAPBN 2009, subsidy, transportation
1 comment so far
Kabar baik bagi Anda yang masih minat dengan biofuel. Pemerintah baru saja mengumumkan akan mengalokasikan subsidi kredit untuk program biofuel dalam RAPBN 2009. Jika DPR sepakat, maka siap-siap program biofuel jalan lagi.
Tapi berapa sih besaran subsidi-nya? Kata media, besarannya sekitar Rp 640, 6 M. Coba bandingkan dengan subsidi BBM yang Rp 101,4 T atau LPG yang Rp 14,6 T. Sementara subsidi listrik sekitar Rp 60,4 T.
Sepertinya tidak banyak yah dibanding dengan subsidi lainnya. ‘Mbah’-nya subsidi, yakni subsidi BBM masih suangat besar, kira-kira sekitar 10% dai total anggaran, dan hampir sama juga besarnya dengan bunga utang 2009. Luar biasa!
Yang bikin luar biasa memang besaran-nya. Subsidi secara umum untuk mendorong kegiatan perekonomian. Di beberapa Negara maju, mereka mensubsidi sector pertanian dalam jumlah yang banyak sehingga produk pertanian dari Negara berkembang tak sanggup bersaing.
Cara Mencari Anggota OT August 19, 2008
Posted by iip albanjary in Journal.Tags: anggur, Bogor, Kecamatan, KTP, litsus, monografi, OT, PKI
add a comment
Ini benar, OT yang dimaksud bukan kumpulan penggemar anggur cap OT. Tapi yang dimaksud di sini adalah anggota Organisasi Terlarang (OT).
Hmm..sudah lama sekali ya tidak pernah mendengar istilah OT. Adakah yang punya kliping berita-berita seputar intelejen antara tahun 1980-1990-an? Barangkali kita bisa menemukan istilah tersebut. Tapi, siapakah anggota-anggota OT? Apakah hanya eks anggota PKI?


