Karakter sosial budaya masyarakat mempengaruhi adopsi teknologi pertanian. Menurut Kasmiyati (2007), faktor sosial budaya yang mempengaruhi tingkat adopsi teknologi pertanian tersebut antara lain faktor pendidikan, komunikasi, empati, orientasi masa depan dan sikap terhadap inovasi teknologi.
Penelitian Kasmiyati berlokasi di daerah Batu, Malang. Saya hanya mendapatkan softcopy abstrak tersebut dan terlihat faktor sosial budaya dijelaskan dengan parameter ‘tinggi’ dan ‘rendah’. Apakah dengan parameter seperti ini bisa mengakomodasi fenomena adopsi teknologi? Saya koq gak yakin yah. Tidak semua parameter sosial budaya bisa dijelaskan dengan ‘tinggi’ atau ‘rendah’. Mungkin kalau tingkat pendidikan bisa menjadi ukuran yang jelas. Tapi, kalau itu menyangkut kebiasaan masyarakat setempat?


