QS Al Maun mendeskripsikan siapa-siapa yang disebut sebagai pendusta agama. Kata Ustadz Nurzaman, surat ini diturunkan setelah ada peristiwa dimana ada seseorang yang sedang menderita kesusahan lalu meminta tolong kepada orang lain. Tapi orang yang diminta tolong tersebut malah menjawab, “Saya juga punya kebutuhan…” Kata Ustadz, jawaban seperti itu seperti orang Jakarta yang mengatakan, ” Emang gue pikirin!”.
Allah marah, lalu turunlah surat QS Al Maun ini. Pendusta agama yang pertama adalah mereka yang menghardik anak yatim (sesuai terjemahan Qur’an Depag). Kata ustadz, istilah yang diterjemahkan menghardik itu sama artinya dengan ‘mendorong sesuatu ke jurang’. Pendusta agama itu mereka yang mendorong orang lain ke dalam jurang..
Pendusta agama lain adalah mereka yang tidak menganjurkan memberi makan kepada orang miskin. Dua ayat ini cukup menjelaskan kepada kita tentang kepedulian terhadap sesama. Tidak cukup kita memikirkan akhirat kita sendiri, sementara tetangga kita kelaparan.~